Liontin Bergambar Mirip Ulama Sedang Berdzikir


Liontin Bergambar Mirip Ulama Sedang Berdzikir Juara Satu Kontes Batu Akik Di Stabat Minggu,05 April 2015

Liontin Bergambar Mirip Ulama Sedang Berdzikir Juara Satu Kontes Batu Akik Di Stabat Minggu,05 April 2015

Oleh : Freddy Ilhamsyah PA

Subhanaallah…………..Maha Besar Allah sang Maha Pencipta seluruh isi bumi dan langit. Itu ucapan yang meluncur keluar dari mulut penulis secara spontan saat melihat batu permata akik yang sudah dibentuk menjadi Liontin (mainan kalung leher) milik rekan penulis yang tidak ingin disebutkan namanya di Kantin PWP yang berada di kompleks perkantoran PT Pertamina EP Asset-I Pangkalansusu Field, Jum’at, 13 Maret 2015.

Close up Liontin bergambar mirip ulama

Close up Liontin bergambar mirip ulama


Penulis merasa kagum atas kebesaran Allah SWT yang telah mencipta batu akik bergambar unik tersebut dan ketika penulis teliti secara kasat mata, ternyata gambar itu bukan hasil rekayasa pemiliknya. Apalagi ketika sang pemilik memperlihat foto gambar bahan baku yang belum dijadikan liontin.
Bentuk Liontin ketika disenter dari belakang.

Bentuk Liontin ketika disenter dari belakang.


Liontin itu berukuran panjang 4,5 cm; Lebar 3,3 cm; Tebal 0,8 cm berbentuk oval dengan dasar batu berwarna abu-abu kecoklatan, dan gambar berwarna keputih-putihan. Dan kalau disorot dengan senter, dasar batu itu berubah warna jadi orange (warna kuning jeruk).
Bahan baku liontin sebelum dijadikan main kalung (liontin)

Bahan baku liontin sebelum dijadikan main kalung (liontin)


Orang-0rang yang ada di kantin menyampaikan berbagai tanggapan setelah melihat foto bergambar semi abstrak itu. Ada yang bilang mirip Tuan Guru Bassilam, ada yang bilang mirip ulama yang sedang duduk bersila sambil berdzikir, ada pula yang bilang mirip pak Tani, dan ada pula yang bilang mirip orang tua yang sedang bertapa
Akhirnya Liontin ini jadi Sang Juara-I dalam kategori Kelas bebas, unik dan langka

Akhirnya Liontin ini jadi Sang Juara-I dalam kategori Kelas bebas, unik dan langka


Kronologi Liontin

Dijelaskan oleh pemiliknya, bahanbaku batu itu berasal dari kawasan Sawit Sebrang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia yang dibelinya dari seorang laki-laki di daerah Sawit Sebrang beberapa waktu lalu.

Piagam Penghargaan dari Bupati Langkat dan Panpel Kontes.

Piagam Penghargaan dari Bupati Langkat dan Panpel Kontes.


Bertepatan pada peringatan HAUL (Hari Ulang Tahun) ke 88 Tahun 2015 Tuan Guru Babussalam, Syekh Abdul Wahab Rokan yang lahir pada, 19 Rabiul Akhir 1230 H/28 September 1811 M dan wafat pada Jumat, 21 Jumadil Awal 1345 H atau 27 Desember 1926 M di Desa Babussalam, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, sang pemilik memotong batu itu kepada pak Galung dan yang mengasah batu itu hingga menjadi Liontin adalah Ewin yang berlapak tidak jauh dari lapak pak Galung di Kota Binjai.
Sertifikat dari Nusa Gems Report

Sertifikat dari Nusa Gems Report


Menjawab pertanyaan penulis, sang pemilik Liontin menyatakan akan menjual Liontin itu kepada kolektor yang benar-benar serius seharga Rp5 miliyar (harganya masih bisa dinego).

“Apabila liontin sudah terjual, saya merencanakan akan memberangkat dua orang (1 laki-laki dan 1 perempuan) dari keluarga tidak mampu untuk menunaikan ibadah haji, dan mengeluarkan zakat untuk warga fakir miskin yang berada di Pangkalansusu dan Sawit Sebrang,” ujar sang pemilik.

Kostumnya mirip Tuan Guru Besilam

Kostumnya mirip Tuan Guru Besilam (gambar kiri)


Mengakhir perbincangan singkat dengan penulis, sang pemilik meyakinkan penulis bahwa batu akik liontin maupun bentuk gambar dijamin asli bukan hasil rekayasa dan siap diuji laboratorium bersama peminat yang serius untuk diperoleh sertifikat dari pihak yang berkompoten.
Di dada penulis letak liontin itu

Di dada penulis letak liontin itu


Bagi Anda yang benar-benar serius ingin memiliki liontin ini dapat menghubungi telepon cellular 081361464262 ***

4 Komentar

  1. andri putra

    Wah saya minat pak tapi harganya terlalu mahal. Ga bisa kurang pak?

    • Andry, menurut pemiliknya kalau Anda memang berminat, kurang Rp500 jt sih boleh.

  2. koong taharuddin

    Hebat! Bumi Langkat memang bertuah.

    • Betul Koong Taharuddin. Sepanjang pengalaman saya mengeluti batu akik asal Janggus secara serius pada tahun 1979 yang sebelumnya sudah saya terbitkan beberapa kali dalam bentuk artikel dan berita di Harian Bukit Barisan Medan juga di majalah Warta Pertamina (ketika itu Anda masih di Harian Analisa Medan).

      Sejak saya pubklikasikan, trend nama batu akik Janggus mengalamai pasang surut (maklum koran lokal) karena Pemerintah Kabupaten Langkat tidak menanggapinya secara serius, tetapi ketika bupati Langkat ke empat yang dijabat oleh Kolonel Marzuki Erman (mantan Komandan Kodiklatdam-I Bukit Barisan) era tahun 1984 – 1989 Pemkab Langkat langsung merasa terpanggil untuk membantu peralatan asah-mengasah batu akik melalui Dinas Perindustri setempat. Sebelumnya pihak Pertamina Pangkalansusu yang pimpinan tertingginya dijabat oleh Iskandar Kasim, bendera batu Janggus mulai berkibar. Dan nama Batu Janggus terus meroket sampai ke seluruh pelosok Nusantara bahkan sampai ke manca negara ketika cerita dan keberadaan Batu Janggus saya orbitkan di blog ini.

      Itulah sekilas kronologis mencuatnya nama Batu Janggus di Internet yang booming nya terjadi pada tahun 2014 sampai saat ini. Alhamdulillah, pergerakan perekonomian warga setempat dan sekitarnya ikut terdongkrak oleh Batu Janggus yang kini sudah mulai sulit dicari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s