LUAPAN HATI SEORANG IBU


Oleh : Seruni Nita

Ibu, ketika matamu terpejam dalam kelelahan yang terbayang di matamu adalah wajah anak-anakmu. Apakah yang telah terjadi dengan anak-anakku hari ini ? “Semoga mereka selalu dalam keadaan baik-baik saja,” itu ucapan yang keluar dari bibirnya.

Ibu begitu mulia hatimu, tetapi kemana anak-anakmu ketika ibu sedang dalam kesedihan mencari satu rupiah demi buah hatinya. Dan ketika ibu jauh dari anak-anaknya, apakah ada yang menanyakan kabar ibunya ? Apakah ada terlintas di dalam benak anak-anaknya, bagaimana kondisi ibuku saat ini, baik-baikkah dia ?

Curahan hati ibu telah membuka matahatiku bahwa tidak ada seorang ibu di dunia ini yang tega kepada anaknya, tetapi mengapa seorang anak tega terhadap ibunya yang sejak kecil telah mengasuhnya sampai dewasa. Tanpa kasih sayang seorang ayah, kau kugedong dan kumanja tetapi ketika kau sudah pandai berjalan dan melangkah serta dewasa, ibu kau lupakan.

IBU hanya minta diberi perhatian sedikit saja di hari yang mulai merangkak senja ini. Seharusnya ibu sudah tidak membanting tulang lagi, tetapi demi kau anak-anakku, biarlah aku jalani hidup yang pahiy ini walau badanku terasa sakit. Kaki mulai goyah. Tenaga sudah mulai melemah. Semangat dan senyummu, anakku, yang membuat ibu dapat bertahan di rantau orang.

Inilah curahan hati ibu kepadaku hari ini untuk kita renungkan betapa mulianya hati seorang ibu terhadap anaknya. Tetapi kemana hati nurani seorang anak ketika ibunya dalam kesusahan mencari nafkah untuk masa depan anak-anaknya.

Rupanya tidak banyak yang harus kita lakukan untuk seorang ibu agar dia tersenyum selalu, cukup beri ibu perhatian, itu saja yang ibu minta. Misalnya dengan ucapan, Ibu, apa kabarnya hari ini atau Ibu sudah makan atau belum.

Kabar dan kata-kata ini kalau kita ucapkan setiap hari dalam kelembutan di kala kita jauh darinya, alangkah senang dan bahagianya hati seorang ibu seperti mendapatkan intan dan berlian.

Semoga catatan ini bermanfaat bagi kita yang jauh dari seorang ibu. Sayangi dan berilah perhatian yang lebih kepada ibu kita selagi dia masih ada. Jangan membuat hatinya merasa sedih karena anak-anaknya tidak ada perhatian kepada ibunya. Apalagi sampai membuat dia menangis karena dia merasa sudah dilupakan oleh anak-anaknya. Ingat pepatah orang bijak, Surga ada di telapak kaki ibu.

Kupersempahkan tulisan ini untuk generasi muda Indonesia supaya dapat lebih mencintai kedua orangtuamu.

Pangkalan Kerinci, Indragiri Hulu, 24 Mei 2011

NB.: Bagi anda yang ingin membaca karya tulis Seruni Nita yang lainnya dapat membacanya di Putri Mawar’s Blog. Selamat mengikuti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s