Sukses Itu Tidak Jatuh Dari Langit



Oleh : Princess Lovely-Dew

Pernahkah anda mengamati kehidupan orang lain, lalu membandingkannya dengan kehidupan kita? Dulu saya sering melakukan itu. Membandingkan diri kita dengan orang lain. Dan justru lebih sering menganggap begitu enaknya kehidupan orang lain di bandingkan kita. Sekarang masih suka juga sih, tapi lebih untuk menjadi cerminan saja, tidak seperti dulu yang malah jadi berpikir negatif tentang diri sendiri.

Orang memang suka membanding-bandingkan, terutama membandingkan dirinya dengan orang lain. Ya dari berbagai segi, mulai dari membandingkan wajah, bentuk tubuh, pengetahuan, pengalaman, pekerjaan, penghasilan, pekerjaan, status sosial, kesuksesan dan sebagainya.

Kalau bicara kesuksesan, hmm…siapa sih yang tak ingin sukses, semua orang pasti mengidamkannya. ‘Sudah cantik, pendidikan tinggi, pekerjaan mapan, rumah bagus, mobil mentereng, hebat banget ya! Coba aku bisa seperti dia, enak banget kayanya!’ Mungkin sering kita mendengar orang yang berguman demikian, atau mungkin kita sendiri yang pernah berguman seperti itu. Benarkah memang enak dan menyenangkan seperti yang kita lihat?

Terlihat dari luar memang sepertinya menyenangkan. Siapa sih yang tidak silau matanya melihat kecantikan, melihat mobil yang mentereng dan rumah yang megah. Sementara kita tidak memiliki yang demikian, lantas kita membandingkan dan membayangkan betapa enaknya andai aku jadi dia. Ya, jika anda memandang kesuksesan adalah kecantikan, pekerjaan yang mapan, penghasilan tinggi, mobil yang mentereng dan rumah megah, maka sampai kapanpun kita tidak akan pernah merasakan kesuksesan, dan mungkin hanya akan merasakan kekecewaan karena begitu sulitnya kita mencapai kesuksesan yang demikian.

Orang hanya memandang kesuksesan pada hasil akhir yang bisa dilihat. Betapa enaknya jadi orang sukses. Tetapi kita tidak pernah tahu bagaimana proses orang itu memperoleh kesuksesannya. Misalnya ada seorang kepala keluarga yang pekerjaannya biasa-biasa saja dengan gaji yang mungkin pas-pasan bahkan selalu kurang, tinggal di rumah kontrakan. 8 tahun kemudian dia dan keluarganya sudah bisa tinggal di rumah sendiri walaupun rumah itu hanya tipe 21. Bukankah itu sebuah kesuksesan juga ? Dengan gajinya yang pas-pasan dia menyisihkan sebagian kecil gajinya untuk bisa membangun rumah. Ketika orang berhasil menyusun kembali keping-keping hatinya yang hancur dan menata hidup baru dari nol lagi, walaupun itu dengan susah payah, bukankah itu juga sebuah kesuksesan. Bila kita berhasil membebaskan diri kita dari belenggu duniawi, dan menjadi orang yang merdeka, itu juga sebuah kesuksesan kan?

Sukses itu tidak jatuh dari langit Guyz! Banyak orang yang jatuh bangun untuk memperolehnya. Jika anda ingin sukses bersiap-siaplah mengalami fase di mana banyak orang mencibir, menghina, meremehkan, menakut-nakuti, tidak ada yang memihak pada anda, dan tidak memandang sebelah mata pada anda. Jika anda takut jatuh dan takut kegagalan, lebih baik mundur untuk jadi orang sukses.

Mungkin anda tidak sukses karena belum berjuang pun anda sudah kalah duluan. Orang sukses boleh saja kalah dan gagal, tapi mereka pantang menyerah untuk terus berjuang, mereka selalu berhasil bangkit dari kegagalannya. Sementara kita, baru dikritik sedikit saja sudah melempem. Lantas, masih perlukah kita membandingkan diri kita dengan orang lain ? Ya, kalau itu untuk memotivasi semangat kita, itu malah bagus. Tetapi kalau membandingkan dengan pikiran dan pandangan yang dangkal, hanya mikir enaknya saja, itu malah akan membuat kita menjadi orang yang tidak bersyukur.

Pernah teman dekat saya membandingkan dirinya dengan saya. Katanya begitu enaknya jadi saya yang masih single, bisa pergi bebas ke mana pun saya suka, dan punya penghasilan sendiri. Sementara dia begitu disibukkan dengan urusan rumah tangga yang seolah tiada habisnya sampai tak ada waktu bersua dengan teman-teman. Padahal di saat yang sama, saya juga membandingkan betapa enaknya jadi dia, punya suami yang baik dan anak-anak yang sholeh, dan yang pasti tidak kesepian, bisa berbagi suka dan duka. Sedangkan saya masih terus berkutat dengan status jomblo yang belum kunjung berakhir. Whahaha!!! Akhirnya kami jadi sama-sama tertawa.

Manusia memang tidak pernah puas dengan dirinya sendiri, selalu saja ada yang kurang. Solusinya memang kita harus selalu bersyukur apapun keadaan kita. Solusi yang sederhana tetapi tidak gampang melakukannya, tetapi itu bisa dilakukan kalau memang kita mau berusaha. Jadi apa yang kelihatannya enak dari luar, belum tentu enak di dalamnya kan. Diibaratkan pohon, semakin tinggi pohon itu akan semakin ganas angin menerbangkannya. Semoga kesuksesan, sekecil apapun itu akan selalu menyertai anda!! Amin.

Catatan ini kutulis dikala malam nan sunyi di Belopa, Sulawesi Selatan, akhir Januari 2011
Mau lihat tulisanku yang lain, mampir saja ke http://princessdewcom.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s