Pangkalan Susu Jadi Lautan Api


Ratusan bangunan musnah, 1095 jiwa kehilangan tempat tinggal

Oleh Freddy Ilhamsyah PA

Sebanyak 86 unit Ruko, 13 rumah penduduk, 120 unit kios dan 21 unit bangunan los pasar tradisional di Lingkungan IV, Lingkungan VI dan Lingkungan X, Kelurahan Bukit Jengkol, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Minggu 17 Juli 2005 musnah terbakar dan 1095 jiwa kehilangan tempat tinggal. Korban jiwa tidak ada kecuali luka bakar dan luka-luka ringan lainnya.

Berbeda dengan kota Pangkalan Berandan yang pernah mengalami kebakaran besar pada tanggal 13 Agustus 1947 akibat dibumihanguskan oleh pasukan PMC (Plaatselijk Militair Commando) atas perintah dari Komando Sektor Oetara dan Barat (KSOB) Medan Area, sehingga mengakibatkan seluruh instalasi dan fasilitas industri perminyakan termasuk ruko dan rumah penduduk runtuh jadi serpihan puing-puing yang berserakan. Kebakaran di kota Pangkalan Susu pada Minggu, 17 Juli 2005 terjadi sekitar pukul 13.30 WIB akibat ledakan kompor di salah satu rumah penduduk yang berada tepat di jantung kota (jalan Tambang Minyak).

Api berkobar tidak hanya di jalan Tambang Minyak, tapi juga telah menjalar sampai ke jalan Pahlawan dan pasar tradisional Pangkalan Susu. Setiap gedung dan bangunan dijilat lidah api raksasa. Lautan api merah nyala dan kepulan asap hitam kelam membumbung tinggi ke angkasa, sehingga mencipta suatu pemandangan mengerikan.

Di dalam kehirukpikukan warga yang panik, mobil pemadam kebakaran Area Ops. Pangkalan Susu (3 unit) dibantu dari Area Ops. Rantau (1 unit), UP-I Pangkalan Berandan (2 unit) dan Pemkab Langkat (3 unit) berupaya keras untuk memadamkan kobaran api kebakaran yang sudah melahap hampir separo pusat perdagangan kota Pangkalan Susu.
Api dapat dipadamkan secara total sekitar pukul 05.00 dini hari (18/7) setelah 500 ton air dari Area Operasi Pangkalan Susu dicurahkan ke lokasi kebakaran oleh kru pemadam kebakaran LKK Pangkalan Susu – mobil pemadam bantuan dari Pemda Langkat, UP-I dan Rantau sudah kembali ke pos masing-masing, pen. – dibantu regu bantuan dari beberapa pekerja dan pekarya SP/SK yang pernah ikut pelatihan pemadaman api kebakaran termasuk seorang pensiunan LKK Area Operasi Pangkalan Susu (H.Syarifuddin alias Udin Ranjau) yang dikoordinir langsung oleh Man. Area Operasi Pangkalan Susu, H. Fauzan Helmi.

Kurang tanggap

Menurut isu yang beredar menyebutkan, ludesnya bangunan di sebagian besar pusat perdagangan kota Pangkalan Susu akibat keterlambatan mobil pemadam kebakaran Area Operasi Pangkalan Susu. Tetapi sementara kalangan menilai, musibah kebakaran sekitar pukul 14.00 WIB semestinya dapat dilokalisir atau dipadamkan apa bila warga masyarakat di sekitar titik awal terjadinya kebakaran cepat tanggap dan segera melakukan pertolongan.

Pada awalnya warga yang lagi duduk santai sambil menikmati kopi dan teh manis di kedai kopi terkesan kurang mengacukan jeritan kebakaran dari ruko Erna yang kebetulan bersebelahan dengan kedai kopi Jali di persimpangan jalan Pahlawan-jalan Tambang Minyak. Mungkin mereka beranggapan api dari kompor meledak itu tidak akan menimbulkan bencana sedemikian dahsyatnya. Sebab beberapa waktu lalu di ruko yang sama pernah terjadi peristiwa kompor meledak, dan dapat diatasi oleh yang bersangkutan. Namun kali ini berbeda. Dalam cuaca panas terik ditambah hembusan angin kencang, api yang merambat di dinding papan tua begitu cepat membakar bangunan di kiri kanan ruko Erna, dan merambat ke bangunan ruko lainnya.

Api kebakaran jadi bertambah besar berkat dukungan semburan puluhan botol elpiji yang terdapat di beberapa toko penjual alat-alat bangunan di jalan Tambang Minyak dan jalan Pahlawan. Dalam waktu sekejab, kobaran api sudah melalap puluh ruko semi permanen dan bangunan di pasar tradisional Pangkalan Susu.

Menurut Kepala Kelurahan Bukit Jengkol, Abdul Haris Wirsan, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai milyaran rupiah.

Selain mengabiskan 1 ton solar serta 300 liter premium untuk keperluan bahan bakar 9 unit mobil pemadam kebakaran, DOH NAD – Sumbagut Area Operasi Pangkalan Susu juga telah mengerahkan 1 unit skopel dan 1 unit dump truk untuk pembersihan lokasi kebakaran, dan memberi bantuan beras sebanyak 1 ton, 900 butir telur ayam, 50 kotak air mineral dan 50 kotak mie instant untuk warga korban kebakaran.

Sementara Menteri Sosial RI, Bachtiar Chamsyah, Minggu 17 Juli 2005 telah menyerahkan bantuan sebesar Rp 348.000.000,- untuk korban kebakaran dengan perincian untuk pemilik ruko/rumah yang terbakar total menerima Rp. 3.000.000,- Ruko separo terbakar menerima Rp 1.000.000,- Penyewa menerima Rp 1.896.551,72. Khusus untuk anak sekolah, Mensos menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 27.750.000,- dialokasikan untuk masing-masing anak sebesar Rp 150.000,-

Sedangkan Kapolres Langkat AKBP Anang Syarif Hidayat, SIK menyerahkan bantuan dana cast sebesar Rp 10.000.000,- dan 400 zak semen.

Pangkalan Susu 2 Agustus 2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s